Photobucket

Isnin, 16 Ogos 2010

Petua murah rezeki dan di jauhkan kesulitan

Petua murah rezeki dan di jauhkan kesulitan
>
>
> Abu Yazid Al Busthami, pelopor sufi, pada suatu hari
>pernah didatangi seorang lelaki yang wajahnya kusam
>dan keningnya selalu berkerut. Dengan murung lelaki
>itu mengadu,"Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya
>tak pernah lepas saya beribadah kepada Allah.
>
>Orang lain sudah lelap, saya masih bermunajat. Isteri
>saya belum bangun, saya sudah mengaji. Saya juga bukan
>pemalas yang enggan mencari rezeki.
>Tetapi mengapa saya selalu malang dan kehidupan saya
>penuh kesulitan?" Sang Guru menjawab sederhana,
>"Perbaiki penampilanmu dan rubahlah roman mukamu. Kau
>tahu, Rasulullah adalah penduduk dunia yang miskin
>namun wajahnya tak pernah keruh dan selalu ceria.
>
>Sebab menurut Rasulullah, salah satu tanda penghuni
>neraka ialah muka masam yang membuat orang curiga
>kepadanya." Lelaki itu tertunduk. Ia pun berjanji akan
>memperbaiki penampilannya. Wajahnya senantiasa
>berseri. Setiap kesedihan diterima dengan sabar, tanpa
>mengeluh.
>
>Alhamdullilah sesudah itu ia tak pernah datang lagi
>untuk berkeluh kesah. Keserasian selalu dijaga.
>Sikapnya ramah,wajahnya senantiasa mengulum senyum
>bersahabat. Roman mukanya berseri.
>
>Tak heran jika Imam Hasan Al Basri berpendapat, awal
>keberhasilan sesuatu pekerjaan adalah roman muka yang
>ramah dan penuh senyum.Bahkan Rasulullah menegaskan,
>senyum adalah sedekah paling murah tetapi paling besar
>pahalanya. Demikian pula seorang suami atau seorang
>isteri.
>
>Alangkah celakanya rumah tangga jika suami isteri
>selalu berwajah tegang. Sebab tak ada persoalan yang
>diselesaikan dengan mudah melalui kekeruhan dan
>ketegangan. Dalam hati yang tenang, pikiran yang
>dingin dan wajah cerah, Insya Allah, apapun
>persoalannya nescaya dapat diatasi. Inilah yang
>dinamakan keluarga sakinah, yang didalamnya penuh
>dengan cinta dan kasih sayang.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan